6 social media skills every leader needs

6 social media skills every leader needs

Home | 6 Social Media Skills Every Leader Needs

Enam Keterampilan Sosial Media yang Dibutuhkan Seorang Pemimpin

 

Dinamika internet, khususnya media sosial kini membutuhkan respon yang gesit untuk mencapai fungsinya yang maksimal. Banyak perusahaan mulai menyadari tren penggunaan aneka platform media sosial untuk kepentingan bisnis dan pemasaran. Misalnya, menjadikan media sosial sebagai media percakapan dengan konsumen, berbagi informasi dan pengetahuan, media kampanye merek yang baru, maupun menjadi sarana membangun loyalitas merek di kalangan pelanggan.

Namun, tidak semua pemimpin perusahaan menyadari manfaat media sosial ini. Bahkan, tak jarang, menganggap media sosial sebagai media yang mengancam produktivitas, terlalu beresiko, dan sekadar buang-buang waktu.

Berdasarkan artikel yang dirilis McKinsey Quarterly, ada 6 dimensi dalam media sosial yang perlu dimiliki oleh pemimpin untuk bisa memanfaatkan media sosial ini secara kreatif dan strategis. Tiga pertama di antaranya bersifat internal dan tiga sisanya untuk kepentingan eskternal.

1. Produsen

Pemimpin memiliki kemampuan untuk menciptakan atau mebagikan konten-konten menarik. Ini berarti, pemimpin perlu mengetahui beragam jenis konten sesuai dengan tujuan dari isi konten. Mulai dari yang bersifat informatif, edukatif, bahkan hiburan.
Tentu saja membagikan konten akan lebih efektif jika seorang pemimpin paham bagaimana cara membuatnya. Misalnya, diperlukan keterampilan berpikir kreatif, menguasai aplikasi yang berhubungan dengan desain, audio visual hingga tata penulisan bahasa.

2. Distributor

Pemimpin berperan sebagai distributor, yaitu pemimpin mengerti dinamika lintas platform media sosial. Kemampuan memahami pesan bergerak menjadi sama pentingnya dengan kemampuan untuk membuat konten yang menarik. Bagaimana sistem seperti memposting ulang, komentar, menyukai, dan merespon menunjukan bagaimana sebuah pesan diterima oleh audiens. Karena sifat penyebaran pesan yang sangat fluktual, maka penting untuk membiarkan dinamika sistem bekerja tanpa terlalu banyak intervensi langsung.

3. Penerima

Dengan begitu banyaknya arus informasi yang masuk, seorang pemimpin perlu untuk bisa mengelola pesan selektif dan sesuai tujuan. Keterampilan filtering terhadap segala tema percakapan tertentu, perilaku dan pola pikir yang dapat mencegah reaksi yang berlebihan terhadap sebuah informasi dan bagaimana bertindak ke depannya. Termasuk kapan perlu untuk membuka suara, merespon atau membagikan ulang sebuah pesan, dan berempati terhadap cara audiens mengonsumsi informasi.

4. Penasihat

Berperan sebagai konsultan, pemimpin harus bisa menggerakkan dan mendukung semua komunitas dan penggunaan media sosial. Untuk mencapai tujuan ini, pemimpin harus menjadi tutor dari semua aktivitas media sosial dalam kendali mereka, termasuk pembentukan peran baru yang mendukung penggunaan media sosial. Misalnya, mentor komunitas, kurator konten, analis jaringan lalu kemudian mengawasi bagaimana sistem bekerja dengan koordinasi yang tepat.

5. Strategis

Dalam peran ini, pemimpin harus bisa menyeimbangkan akuntabilitas vertikal dan kolaborsi horisontal. Selain itu, pemimpin juga sebaiknya memiliki kemampuan untuk mengembangkan media sosial untuk fungsi-fungsi bisnis yang utama.

6. Analis

Pemimpin perlu berpikir selangkah ke depan untuk memantau dinamika industri media sosial. Memantau dan mengikuti bagaimana tren media sosial dan internet akan terus bertransformasi membuka peluang baru, menelurkan model bisnis baru, dan menandai titik perubahan besar lainnya yang harus dikelola oleh para pemimpin.

Selain itu, pemimpin harus bisa memahami dampak kultural teknologi, termasuk pada perilaku audiens bukan hanya implikasi kompetitif dan pasarnya, tetapi juga apa artinya bagi teknologi komunikasi, yang merupakan dasar untuk menciptakan organisasi yang gesit dan responsif.


Perusahaan yang mengembangkan massa kritis pemimpin yang menguasai enam dimensi literasi media organisasi akan memiliki masa depan yang lebih cerah. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan gesit. Tidak menutup kemungkinan mereka akan lebih cenderung menciptakan model bisnis baru yang memanfaatkan potensi teknologi komunikasi yang berkembang.

Karena itu dibutuhkan keberanian untuk berinovasi secara radikal dalam kepemimpinan dan organisasi, karena sistem warisan, budaya, dan adaptasi sikap perubahan yang alot. Ketika perusahaan dan pemimpin melek akan media sosial, mereka akan memulai lingkaran positif yang memungkinkan mereka untuk memanfaatkan peluang dan gangguan yang datang dengan konektivitas baru dari masyarakat berjejaring. Dan mereka akan dihadiahi dengan jenis keunggulan kompetitif baru.

Butuh bantuan untuk mengembangkan Komunikasi Merek Anda atau mengelola Media Sosial Anda? Silahkan hubungi kami di lia s. Associates | Branding and Design agency di Surabaya.

Sharing is Caring

By Laura Bee

17 May 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *